Akhir Perjalanan Janda Kaya Masih Misterius Polisi Tancap Gas Lakukan Lidik
NGAWI - Hampir sepekan kematian Sulasi
perempuan 53 tahun yang tercatat sebagai warga Dusun Jambe Kidul, Desa Ngale,
Kecamatan Paron, Ngawi, Jawa Timur hingga kini masih misterius.
Dugaan
sementara kematian korban yang dikenal sebagai janda kaya ini memang dari
peristiwa pembunuhan mengarah ke unsur perencanaan.
Namun untuk mengungkap tabir kematian Sulasi
yang jasadnya ditemukan warga di Sungai Blawong, Desa Gading, Kecamatan
Balerejo, Madiun pada Jum’at pekan lalu, (22/12), sekitar pukul 09.00 WIB memang mengundang
perhatian publik khususnya seputaran Ngawi-Madiun sampai sekarang masih
ditelusuri aparat kepolisian.
Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu
saat dikonfirmasi memang tidak menampik apabila hasil visum maupun pemeriksaan
luar pada jenasah korban ditemukan tanda-tanda kekerasan tepatnya dibagian leher.
Ia memastikan penyebab kematian Sulasi mendasar tanda yang dimaksudkan tersebut
memang di cekik oleh pelaku.
Dengan demikian bebernya, patut diduga
korban memang sengaja dibunuh dengan motif tertentu. Untuk berapa jumlah pelaku
yang terlibat pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja pihaknya melalui
Satreskrim Polres Ngawi secara marathon terus melakukan penyelidikan untuk
segera mengungkap kejadian sadis yang menimpa korban.
“Dari hasil pemeriksaan ditemukan
tanda-tanda kekerasan dibagian leher korban. Ada dugaan penyebab kematian Ibu
Sulasi ini memang di cekik tetapi semuanya masih kita dalami,” terang Kapolres
Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu, Selasa (27/12).
Ulasnya, dari sederet temuan maupun
pemeriksaan medis pada jenasah korban saat ditemukan dengan kondisi mulut di
lakban dan kedua tangan serta kakinya terikat sangat jelas jika kejadian itu
melalui proses pembunuhan berencana. Maka ia pun bakal menyiapkan pasal
penjeratan hukuman yang berat apabila pelaku ditemukan yakni dengan Pasal 340
KUHP tentang pembunuhan berencana.
Terpisah seperti yang dikatakan Marsono
selaku kakak korban, pihaknya meminta aparat kepolisian untuk segera mengungkap
kasus kematian adiknya tersebut. Tidak sebatas itu, dirinya cukup meyakini motif
pembunuhan yang diarahkan ke adiknya itu idak lain berlatar belakang soal utang
piutang dan pelakunya sudah dikenal korban.
Dia cukup membenarkan kalau toh Sulasi
selama ini dikenal sebagai perempuan pembisnis sukses bergerak dibidang jasa
keuangan. Sehingga sangat wajar kalau asetnya demikian juga harta kekayaanya boleh
dibilang mencapai miliaran rupiah bahkan mendekati triliunan.
“Kalau tidak salah nasabahnya Sulasi itu
mencapai ratusan orang dari sekian itu paling banyak nasabahnya petani tetapi
ada juga seorang PNS. Tetapi untuk meminjam uang jaminanya rata-rata itu surat
BPKB,” ungkap Marsono.
Sambungnya, semasa hidup korban memang
dikenal sangat tertutup jarang bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat. Hal
itu sama dilakukan korban ketika tinggal di kawasan Perumahan Lawu Indah Ngawi.
Hanya orang yang dikenal saja bisa melakukan komunikasi dengan korban namun
demikian waktunya pun sangat terbatas.
“Memang sudah saya berikan wawasan kalau
ada orang maupun tamu tidak dikenal jangan dibukakan pintu. Dan jika dikenal
waktunya saja juga terbatas jangan sampai diatas pukul 17.00 WIB,” pungkas
Marsono. (pr)
Post a Comment