Header Ads

Diduga Konsumsi Sabu Kades Macanan Jogorogo Disikat Polisi


NGAWI. Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi akhirnya berhasil membekuk SA pria 33 tahun yang notabene sebagai Kepala Desa (Kades) Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi setelah terlibat atas dugaan kepemilikan sabu-sabu. Pria dengan tubuh tinggi kurus tersebut ditangkap petugas tanpa perlawanan di rumahnya Dusun Jumog, Desa Macanan, sekitar pukul 07.30 WIB pada Sabtu kemarin, (25/08).

Dihadapan petugas SA tidak bisa berkutik setelah ditemukan barang bukti yang disinyalir berupa sabu-sabu seberat 0,32 gram. Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto saat press release dihadapan wartawan mengatakan, barang bukti berupa sabu-sabu berhasil ditemukan dibawah tempat tidur dalam kamarnya.

“Iya SA memang sebagai Kades Macanan berhasil kita tangkap dirumahnya tanpa perlawanan. Sebelumnya kita lakukan undercover selama dua minggu untuk mengungkap kasus dugaan kepemilikan sabu-sabu itu,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto, Senin, (27/08).

Beber Djanu, selain sabu-sabu dari tangan SA juga berhasil disita tiga korek api gas plus satu bekas botol kaca komplit sedotan demikian juga satu unit handphone. Dari hasil penyidikan urainya, SA telah mengkonsumsi sabu-sabu mulai empat tahun lalu. Alasanya penggunaan barang haram itu untuk menambah vitalitas dan tenaga.

Kemudian dari pengembanganya, polisi juga berhasil menangkap AP pria 31 tahun asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Polisi juga berhasil menyita barang bukti antara lain diduga sabu-sabu seberat 0,30 gram dan satu tas yang didalamnya ada satu pipet kaca, timbangan elektrik dan dua korek gas.

Dihadapan wartawan urai Djanu, SA mendapatkan barang haram yang diduga sabu-sabu dari AP dengan melakukan transaksi terlebih dahulu. Akibat perbuatan tersebut pungkasnya, SA dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendasar pasal ini SA terancam penjara paling lama 12 tahun dan paling singkat 4 tahun.

Untuk AP diancam dengan penjara hukuman seumur hidup mendasar Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meski demikian AP ini juga bisa dihukum paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun. (pr)


No comments

Powered by Blogger.