Motif Bunuh Diri Wanita Cantik Ini Terungkap, Ternyata Habis Batalkan Nikah
NGAWI - Dua hari pasca kasus bunuh diri dengan korban Rina Nur Hanifah setelah sebelumnya sempat ditulis Erna Nur Era Batiah dengan sapaan akrab Hani, perempuan 28 tahun motifnya terungkap.
Gadis asal Kampung Jelemuq, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur tersebut diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun ke Kali Madiun pada Kamis lalu, (08/02), sekitar pukul 04.30 WIB hanya lantaran kecewa dengan calon suaminya.
Hasil penelusuran awak media dari berbagai sumber menyatakan, korban kecewa berat dengan calon suaminya yang diduga suka ke tempat hiburan malam demikian juga mabuk-mabukan. Hanya saja keterangan ini pun belum bisa dikonfirmasi dari pihak calon suaminya mengingat identitas maupun alamat kekasih hati Hani hingga berita ini diturunkan belum diketahui.
Seperti diketahui sebelumnya, Hani yang sudah bekerja selama 6 tahun di salah satu toko di Kalimantan milik Maesyaroh anak dari Maligi (65) warga Dusun Guyung, Kecamatan Gerih, Ngawi memang terlihat murung sebelum kejadian tragis yang menimpanya. Mungkin dibuat kecewa sebelum aksi bunuh diri Hani menyempatkan diri mendatangi rumah calon suaminya itu untuk membatalkan rencana pernikahan.
Menurut Maligi, setibanya dari Kalimantan Hani langsung pulang ke rumah ibunya di Boyolali, Jawa Tengah. Karena ada rasa kecewa dengan calon suaminya itu korban memutuskan untuk ke Ngawi dengan tujuanya tidak lain membatalkan pernikahan.
Sore sebelum kejadian atau setelah membatalkan pernikahan itu korban sempat makan bareng dengan salah satu anak perempuan Maligi hingga akhirnya ada kabar jika Hani nekat menceburkan diri ke Kali Madiun.
“Katanya (Hani-red) pulang itu mau membatalkan pernikahan dan mau kembali lagi ke Kalimantan bahkan tiketnya sudah dibelikan. Tahu-tahu ada kabar seperti itu,” terang Maligi, Jum’at kemarin (09/02).
Dengan kejadian itu membuat Maligi merasa kehilangan akan Hani. Apalagi hubungan korban dengan keluarganya seperti kerabat sendiri. Hal senada juga diungkapkan Vindia Aldiana putri Maligi menurutnya, ia mengaku kaget terhadap peristiwa yang menimpa Hani.
Padahal sebelum ada kabar tragis korban pamit untuk ‘ngopi’ di Geneng ternyata langsung ke Madiun. Sesuai rencana pihak keluarga Maligi akan menggelar doa terhadap korban sampai tujuh hari kedepan.
Seperti diketahui, selang sehari semalam mayat Hani baru ditemukan posisinya mengambang di Kali Madiun tepatnya masuk Dusun/Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi. Pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap penemuan mayat itu. Mendasar ciri-ciri yang ada polisi langsung memastikan jika mayat itu sebagai Hani. (pr)
Post a Comment