Ini Rencana Kapolres Ngawi Hadapi Tour De Indonesia Stage Pertama
In-police || NGAWI - Sehari jelang Internasional Tour
De Indonesia ajang balap sepeda internasional yang digelar pada 25-28
Januari 2018 berbagai pihak terlibat dalam pelaksanaanya termasuk pengamanan
lintasan yang dilalui. Pada stage atau etape pertama Prambanan-Ngawi dengan
jarak tempuh 124,7 kilometer dengan finish di Ngawi, Jawa Timur membuat aparat
kepolisian daerah setempat pun pasang kuda-kuda melakukan pengamanan khususnya
melakukan rekayasa arus lalu-lintas.
Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu
dihadapan sejumlah wartawan mengatakan, melalui Satuan Lalu-Lintas (Satlantas)
pihaknya akan menerapkan pengamanan ekstra dilintasan Mantingan-Kota Ngawi
sepanjang 36 kilometer. Sesuai hasil koordinasi, disepanjang jalur tersebut
akan dikerahkan sekitar 460 petugas gabungan baik dari Polres Ngawi dan
jajaran, TNI, Dishub dan terakhir Satpol PP.
“Pada intinya ajang balap sepeda
internasional yang digelar besok itu Polres Ngawi bersama instansi terkait akan
siap melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk arus lalu-lintas dari Mantingan
sampai Ngawi Kota akan kita tutup sementara antara pukul 11.00 WIB sampai
dengan 14.00 WIB,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu, Rabu
(24/01).
Jelasnya, untuk arus kendaraan dari arah
timur seperti dari titik pertigaan Tawun akan di arahkan ke ring-road sampai di
perempatan Siliwangi yang kemudian belok ke kiri melintasi tol hingga sampai ke
Sragen maupun Solo. Namun arus kendaraan dari arah barat atau sebaliknya hingga
kini belum bisa dikonfirmasi dengan alasan masih ada rapat koordinasi lintas.
Hanya saja sangat dimungkinkan, rute
yang dilalui kendaraan kecil atau pribadi dari arah barat akan melintasi jalur
alternatif Widodaren-Jatigembol-Kerten- Kedungputri-Geneng dan keluar di Jalan
Raya Ngawi-Maospati. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truk peti kemas maupun tronton akan dihentikan
sementara di kantong-kantong parkir disepanjang Jalur Mantingan-Ngawi.
“Kalau soal rekayasa arus lalu-lintas
sudah kita planning bersama. Untuk sistim pengamanan sekitar lokasi kegiatan
Tour De Indonesia yang melintasi Ngawi ini akan kita terapkan pengamanan secara
terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak diinginkan,”
beber AKBP MB.Pranatal Hutajulu.
Seperti diketahui bersama International Tour De Indonesia 2018 kali ini merupakan
ajang balap sepeda level tertinggi di Indonesia berskala inernasional (UCI-red)
dengan jumlah ratusan peserta dari 20 negara dibawah PB ISSI. Jika sebelumnya,
start dari Candi Borobudur, melewati Muntilan, Salaman, lalu masuk ke Yogya,
keluar lagi ke Prambanan, Klaten, Solo, Sragen, dan berakhir di Ngawi jarak
tempuhnya sekitar 160-170 kilometer. Maka dengan perubahan dari Prambanan,
jarak yang ditempuh sekitar 130 kilometer dari Jogyakarta menuju Ngawi.
“Untuk etape lainnya tidak ada perubahan lagi. Dari etape pertama yang
berakhir di Ngawi. Rombongan akan dibawa ke Madiun dan bermalam disana. Madiun
akan jadi titik awal etape kedua yang berjarak 117,7 kilometer menuju
Mojokerto,” kata Ketua Bidang Perlombaan PB ISSI, Parama Nugroho melalui rilis
resmi PB ISSI, Senin 9 Januari 2018 lalu.
Dari Mojokerto para pembalap akan kembali ditransfer menuju Probolinggo
untuk menjalani etape ketiga dari Probolinggo menuju Banyuwangi dengan jarak
202 kilometer. Etape keempat akan dimulai di Gilimanuk dan berakhir di
Denpasar, dengan jarak tempuh 162 kilometer. (pr)

Post a Comment