Header Ads

Kepolisian Selandia Baru Apresiasi Polri Atas Capaian Kerjasama dalam Penanganan Penyelundupan Manusia

In-police || JAKARTA. Rabu (06/12/2017). Terkait kasus perdagangan manusia yang saat ini memiliki fenomena baru, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa pelaku perdagangan manusia lebih cenderung  sebagai Migran Ekonomi.

“Ada fenomena baru dari pelaku perdagangan manusia. Saat ini lebih cenderung sebagai Migran Ekonomi,” tuturnya.

Sebelumnya, Indonesia dan Selandia Baru telah menyepakati The 6th Bilateral Working Group (BWG) pada 11 April 2017. Isi pembahasannya adalah penanggulangan kejahatan lintas negara yang salah satunya adalah  kasus perdagangan manusia.

Wakil Kepala Kepolisian Selandia Baru Mike Clement memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia atas capaian kerjasama dalam penanganan penyelundupan manusia (people smuggling).

“Kami (Selandia Baru) memiliki permasalahan yang sama untuk penyelundupan manusia, dan kami berterima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan bersama kedua negara,” ujarnya.

Selain itu, Kabareskrim Polri mengatakan banyak pola baru yang dilakukan oleh penyelundup manusia. Salah satunya pada 9 Agustus 2017. Saat itu, kapal berbendara Srilanka terdampar di laut Nias Utara. Dari hasil pemeriksaan Satgas People Smuggling Bareskrim Polri diketahui, kapal penumpang berkewarganegaraan Srilanka sejumlah 33 tersebut menuju ke Selandia Baru yang diorganisir oleh penyelundup dari Srilanka.

Komjen Pol. Ari Dono menegaskan bahwa Indonesia dan Selandia Baru harus segera ditingkatkan utamanya intensifitas dan koordinasi.

“Selain itu, kurangnya personil. Serta intensifitas koordinasi antara Indonesia dengan Selandia Baru. Semuanya mesti segera diharmonisasi. Untuk penyegeraan pengungkapan para pelaku perdagangan manusia,” jelasnya.

 
(vi/lm/rp)

No comments

Powered by Blogger.