POLRI BERHASIL UNGKAP TERORISME BIMA
Indopolice || Bima, Nusa Tenggara Barat.
Rabu (01/11/2017). Hasil operasi penegakkan hukum atas kerjasama Densus
88 dengan Polda NTB yang dilakukan pada tanggal 30-31 Oktober 2017 di daerah
Ambalawi, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat telah berhasil melakukan
penangkapan terhadap 7 orang dari kelompok jaringan teror di Bima dengan
2 diantaranya tewas pada saat dilakukan penangkapan terkait penembakan
terhadap anggota Polres Bimab pada bulan September 2017.
Berikut
identitas pelaku yang berhasil dilakukan penangkapan:
- MIT (28), alamat Jl. Soekarno Hatta Kel. Penatoi, Kec. Mpunda-Kota Bima, terlibat sebagai eksekutor dalam penembakan Bripka Zaenal
- AH alias DM (60), Dsn. Dana Bura, Desa Nipa, Kec. Ambalawi, Kab. Bima, terlibat memberiukan bantuan logistik kepada para pelaku yang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima
- JA (28), Kp. Tolo, Kel. Penatoi, Kec. Mpunda, Kota Bima, merupakan jamaah JAD Bima terlibat sebagai koordinator penyedia logistik untuk diberikan kepada para pelaku yang sedang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima.
- YBT (29), Jalan Gajah Mada , Kel. Penatoi, Kec. Mpunda, Kota Bima, terlibat mengikuti pelatihan fisik yang dilakukan pada internal JAD Bima.
- AR (30), Jalan Gajah Mada Kel. Penatoi, Kec. Mpunda, Kota Bima, terlibat mengikuti pelatihan fisik yang dilakukan pada internal JAD Bima.
- MA alias Dance, merupakan eksekutor penembakan Bripka Abdul Ghofur, dengan dibonceng oleh IMAM MUNANDAR alias NANDAR
- RFJ alias Yaman, merupakan eksekutor yang membonceng MIT pada saat melakukan eksekusi penembakan terhadap Bripka Zaenal.
Adapun hasil dari interogasi sementara, MIT menerangkan bahwa dirinya
terlibat dalam penembakan anggota polri di Kota Bima pada tanggal 11
September 2017, selain itu MIT juga berperan sebagai eksekutor dengan
target anggota Polri atas nama Bripka Zaenal dengan TKP di depan SMKN 2
Kota Bima.
Dirinya juga menerangkan bahwa dirinya dibonceng RFJ dengan
menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya, lalu menuju TKP di
depan SMPN 8 Kota Bima yang menjadi eksekutor adalah MA dan yang
membonceng adalah IMAM MUNANDAR dengan menggunakan motor Yamaha Vega
milik IMAM MUNANDAR, kemudian setelah kejadian mereka berempat melarikan
diri ke arah Ambalawi dan bersembunyi di gunung di (Ambalawi).
MIT
menjelaskan bahwa selama bersembunyi mendapat bantuan logistik dari
saudara JA dan YG berupa mie instan dan biskuit, kemudian disalurkan
melalui orang tuanya yang bernama AH Untuk mengantarkan logistik
tersebut ke tempat persembunyian. Selain itu MIT menjelaskan bahwa IMAM
MUNANDAR alias NANDAR masih memegang satu pucuk senpi rakitan, dengan
amunisi 3 butir kaliber 5,56 mm.
Selain itu AH menerangkan bahwa dirinya sempat mengantarkan makanan
berupa mie instan berjumlah 10 bungkus (disimpan pada pondoknya), beras
seberat 5 kg (disimpan di kebunnya) dan memberikan sebuah terpal
(disimpan pada pondoknya ) sekitar bulan Oktober 2017.
(si/lr/rp)

Post a Comment