Kapolda Papua : Kondisi Masyarakat Mulai Lemah Karena Kurang Asupan Makanan
Indopolice || TIMIKA, PAPUA. Jumat
(17/11/2017) Satuan Tugas Operasi Terpadu gabungan Polri dan TNI saat
ini masih melakukan upaya persuasif untuk membebaskan 1300 warga di
Kampung Banti dan Kimbely yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata
(KKB) sejak Kamis (9/11/2017).
Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol.
Boy Rafli Amar mengatakan saat ini kondisi masyarakat mulai melemah
karena kurangnya asupan makanan dampak dari KKB yang masih melarang
masyarakat keluar dari kampungnya masing-masing.
"Sekira 150 di antara warga yang disandera
tergolong balita atau bayi. Kondisi bayi-bayi itu juga mulai melemah
karena tidak mendapatkan asupan air susu ibu (ASI) akibat ibu mereka
kekurangan makan" Pungkas Kapolda Papua.
Selanjutnya, Ia menambahkan ada kebutuhan
pribadi yang tidak dapat dipenuhi. Kita sebagai umat manusia punya hak
hidup yang sama, tidak bisa membiarkan kondisi mencekam berlarut-larut.
Tim medis dari Polda Papua telah dikirim
ke Kampung Kimbeli dan Banti. Namun, Tim medis sudah di evakuasi karena
merasa tidak aman di dua kampung tersebut.
Kepolisian mengimbau para penyandera agar
membebaskan warga untuk keluar dari kedua kampung itu. Polri dan TNI
siap menjemput jika warga sudah dibebaskan.
"Mohon diperkenankan warga masyarakat yang
ingin meninggalkan Kimbely dan Banti diizinkan pergi, apakah jalan kaki
atau dijemput,” ujar mantan Kadiv Humas Polri.
(fr/lm/rp)

Post a Comment