Gugur Saat Kontak Senjata, Polri Jamin Pendidikan Putri Bripka Firman
Indopolice || TIMIKA, PAPUA.
Kepolisian Negara Republik Indonesia telah memastikan bahwa pihaknya
akan memberikan perhatian penuh terhadap keluarga Brigadir Polisi Kepala
Anumerta Firman, anggota Brigade Mobile Detasemen B Kepolisian Daerah
Papua yang telah gugur dalam tugasnya saat kontak senjata dengan
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mil 69, Distrik Tembagapura,
Mimika, Papua.
Kepala
Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar
mengatakan, putra-putri almarhum Bripka Firman bersama isterinya, dr
Santa Manangsang menjadi tanggung jawab sepenuhnya keluarga besar
Kepolisian RI.
"Untuk
anak-anak almarhum, tentu kita pikirkan beasiswa untuk pendidikannya.
Kita akan bantu sepenuhnya keluarga almarhum dan itu menjadi tanggungan
kita keluarga besar Polri," jelas Irjen Pol. Boy.
Pada Kamis siang, Kapolda Papua menemui isteri dan putri almarhum Bripka Firman di rumah duka Jalan Elang, Kwamki Baru, Timika.
Dalam
kesempatan itu, Kapolda Papua Boy Rafli menyerahkan santunan dari
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, santunan dari isteri Kapolri Ny
Tito Karnavian serta santunan dari keluarga besar Polda Papua.
Almarhum Firman yang semasa hidup berpangkat Brigadir, langsung dinaikkan pangkatnya secara luar biasa menjadi Brigadir Kepala.
"Sebelum pemakaman almarhum kita sudah proses dan itu sudah berlaku, ditandatangani langsung oleh Bapak Kapolri," jelas Kapolda.
Prajurit
tangguh Isteri almarhum Firman, dr Santa Manangsang mengakui suaminya
tersebut merupakan seorang prajurit yang tangguh dan tidak pernah
menolak perintah tugas dari pimpinannya.
"Kami
sekeluarga sangat bangga. Saya percaya dia seorang prajurit yang tangguh
dan perkasa," tutur dr Santa yang bertugas di RS Polri Bhayangkara,
Jayapura itu.
(kr/lm/rp)

Post a Comment