Cegah Kembalinya KKB, TNI-Polri Bangun Pos di Wilayah Tembagapura
In-Police || TIMIKA, PAPUA.
Senin (21/11/2017). Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol. Boy
Rafli Amar menjelaskan untuk mencegah kembalinya Kelompok Kriminal
Bersenjata (KKB) ke perkampungan Distrik Tembagapura, Mimika maka akan
segera dibangun pos satgas terpadu di Banti dan sekitarnya.
"Kami sedang menyiapkan lokasi untuk pos pengamanan satgas terpadu di sana," kata Kapolda Papua di Timika, Selasa (21/11).
Kapolda Papua tidak menampik kemungkinan jika KKB ingin kembali menguasai wilayah Kampung Kimbely, Banti dan Utikini.
Sementara
itu, dalam kesempatan bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI
George Elnadus Supit, Kapolda Papua mengatakan bahwa jajarannya terus
berkoordinasi dengan PT. Freeport Indonesia agar bisa membantu membangun
pos pengamanan terpadu TNI-Polri di wilayah Kampung Kimbely, Banti dan
Utikini.
Sampai
saat ini, aparat TNI-Polri masih disiagakan di Kampung Kimbely, Banti
dan Utikini untuk menjaga dan mengamankan wilayah itu dari kemungkinan
masuknya kembali KKB di daerah itu.
Pangdam
XII/Cenderawasih dan kapolda Papua sepakat bahwa sebaiknya KKB yang
selama ini melakuakn aksi teror penembakan di wilayah Tembagapura agar
menyerahkan diri kepada aparat keamanan.
Sementara
itu, Pangdam XVII/cenderawasih menjelaskan bahwa satgas terpadu
TNI-Polri telah melaksanakan misi kemanusiaan dalam mengevakuasi warga
dari Kampung Kimbely, Banti serta perkampungan sekitarnya ke Timika
setelah selama lebih dari tiga pekan dikuasai KKB, meskipun medan yang
dihadapi begitu sulit.
Diinformasikan,
pada Jum'at (17/11) sebanyak 344 warga telah dievakuasi dari beberapa
kampung sekitar Tembagapura menuju ke Timika. Sedangkan pada Senin
(20/11), sebanyak 804 warga dari Kampung Kimbely, Banti dan Opitawak
kembali berhasil dievakuasi ke Timika.
(si/lm/rp)

Post a Comment