Pernah Menjadi Korban Pembobolan Dana di ATM? Begini Cara Hindarinya
Policeina || JAKARTA. Senin (25/09/2017). Aksi pencurian informasi kartu
debit atau skimming hingga berujung pada pembobolan tabungan nasabah
melalui mesin ATM masih marak terjadi di Indonesia. Tak
tanggung-tanggung, aksi tersebut dilakukan oleh warga negara asing yang
masuk dalam sindikat kejahatan internasional.
Lantas bagaimana cara untuk menghindari skimming dan tidak menjadi korban dari pembobolan dana di rekening melalui mesin ATM?
Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk, Rohan Hafas mengatakan,
agar tidak menjadi korban skimming, masyarakat diminta memeriksa lebih
teliti anjungan tunai mandiri (ATM) atau alat transaksi kartu debit lain
sebelum bertransaksi. Sebab, biasanya alat skimming ini dipasang pada
slot keluar masuk kartu ATM.
"Untuk menghindari skimming adalah memeriksa terlebih dahulu slot
untuk memasukkan kartu. Apakah ada yang terlihat janggal atau tidak
seperti biasanya," katanya di Jakarta, Senin (25/9/2017).
Sementara itu, Pengamat Perbankan, Paul Sutaryono menyatakan, untuk
meninghindari skimming, masyarakat juga harus rajin mengganti PIN ATM
secara berkala. Hal ini agar PIN yang sudah terlacak alat skimming
kadarluasa dan tidak bisa digunakan.
"Yang utama nasabah bank harus menjaga PIN tidak jatuh ke pihak lain.
Selain itu, PIN harus diganti secara berkala menurut kepentingannya dan
harus terdiri dari enam digit," kata dia.
Selain itu, Paul juga berharap Bank Indonesia (BI) dan pihak
perbankan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan di mesin ATM.
Dengan demikian, aksi-aksi kejahatan seperti ini bisa dihindari.
"BI dan bank sebagai penerbit kartu wajib terus menerus berupaya untuk membentengi ATM," tandas dia. (kr/ex/lm/rp)

Post a Comment