Panglima TNI : Tonggak Tegaknya NKRI adalah Soliditas TNI-Polri
Indo-Police || PALEMBANG - Kamis (19/10/2017), Panglima
Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan
soliditas TNI dan Polri adalah tonggak penyangga tegaknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan
bangsa dan negara.
Sekaligus, lanjutnya, juga harus dapat menjaga dan mewujudkan
stabilitas politik demi kepentingan negara. Jenderal bintang empat
tersebut juga menyampaikan bahwa politik TNI dan Polri adalah politik
negara, yang mana artinya semua yang dilakukan TNI-Polri hanya untuk
keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus taat terhadap
hukum yang berlaku.
“Saya tegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara, seluruh jiwa
raga saya, saya kerahkan untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia,” katanya di hadapan 4.500 Prajurit TNI AD, AL dan AU di
Hanggar Lanud, Sri Mulyo Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan.
“Untuk menjadi kuat dan tetap teguh, TNI-Polri harus solid, jangan
ada pihak atau kelompok yang berusaha menarik TNI pada politik praktis,”
ujarnya.
Panglima TNI mengingatkan bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik
yang akan menggelar Pilkada serentak baik tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota.
“Saya ingatkan dalam menghadapi tahun politik, jangan ada yang
berpihak kepada partai maupun calon kepala daerah. Prajurit TNI harus
tetap netral,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Jenderal Gatot menyampaikan bahwa
kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan yang sangat besar,
tidak ada satupun negara di dunia yang bisa mengalahkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. (kr/ex/lm/rp)

Post a Comment