Header Ads

Kasus Pembakaran Balai Pekerja Bangunan Masjid, Ini Penjelasan Kapolres Bireun



Indo-Police || ACEH UTARA. Rabu (18/10/2017). Penolakan yang dilakukan oleh sejumlah massa terhadap pembangunan sebuah Masjid Muhammadiyah di Desa Sangso, Kecamatan Samalanga, Bireuen. Massa tersebut melakukan tindakan yang anarkis dengan membakar balai tempat peristirahatan para pekerja bangunan dan pembakaran beberapa tiang pondasi masjid yang baru dicor, Rabu (18/10/2017).

“Sekitar kurang lebih 100 orang warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pembangunan dan langsung melakukan aksi pembakaran balai atau pondok tempat istrahat para pekerja pembangunan masjid tersebut, serta membakar tiang pondasi yang baru dikerjakan pengecoran siang kemarin,” ujar Kapolres Bireun AKBP Riza Yulianto.

Mendapat informasi dari warga tentang kejadian tersebut Kapolsek beserta personil Polsek Samalanga langsung mendatangi lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Melihat kedatangan Polisi massa membubarkan diri.

“Selanjutnya personil Polsek Samalanga dibantu oleh personil Koramil 02/Samalanga melakukan pemadaman api,” ungkap AKBP Riza.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WIB. Satu pleton Sabhara disiagakan untuk mengamankan TKP. 

Situasi saat ini dapat dikendalikan dan dalam keadaan kondusif. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai kurang lebih sepuluh juta Rupiah. Hingga kini kasus pembakaran balai pekerja bangunan masjid masih dalam penanganan pihak Polres Bireuen. (vi/ex/lm/rp)

No comments

Powered by Blogger.