Kapolri Resmi Buka Pertemuan Melanesian Spearhead Group (MSG) di Bandung
Indopolice || BANDUNG - Selasa (24/10/2017). Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesai Jendral Polisi Tito Karnavian
resmi membuka acara pertemuan negara-negara anggota Melanesian
Spearhead Group (MSG) di Kota Bandung, Senin (23/10/2017). Acara
tersebut merupakan pertemuan lima negara Melanesian yakni Papua New
Guinea (PNG), Kepulauan Solomon, Wanuatu, Fiji, termasuk Indonesia.
Pertemuan tersebut akan dilaksanaka selama dua hari yaitu, Senin dan
Selasa (23-24 Oktober 2017).
Pertemuan itu membahas soal kejahatan internasional yang harus
diwaspadai. Kegiatan bertajuk 'Regional Security Strategy (RSS) Working
Group Meeting' itu berlangsung di Hotel Sheraton, Bandung.
Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian yang hadir dalam kesempatan
tersebut menuturkan, pertemuan ini merupakan kelanjutan
pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kapolri juga mengatakan, negara-negara
yang tergabung dalam Melanesian ini, adalah negara- negara yang memiliki
kedekatan hubungan dan kedekatan teritorial.
"Indonesia telah menjadi anggota penuh MSG sejak April 2017. Kami
saling belajar dan bertukar informasi dalam rangka menanggulangi
berbagai tindak kejahatan lintas negara ," jelas Kapolri Jendral Polisi
Tito Karnavian.
Pimpinan Polri ini mengatakan, pembahasan yang paling penting
adalah kerja sama yang perlu dilakukan di bidang operasional dan
ditekankan dalam pertemuan tersebut perihal kriminilitas yang terjadi di
negara-negara tersebut lantaran makin terbukanya akses internet.
Pihaknya juga bekerjasama mengenai capacity building dan bertukar
pengalaman satu sama lain mengenai apa yang bisa diterapkan di negara
masing-masing.
"Banyak permasalahan yang berhubungan dengan kriminal, kejahatan
internet, narkotika, teroris, paham radikal hingga penyelundupan senjata
api, maka kami rasa perlu menjalin hubungan lebih erat dengan
negara-negara tetangga , termasuk negara Pasifik," jelas Jendral Polisi
Tito Karnavian.
“Apa yang di anggap polisi Indonesia bagus, bisa di ambil pelajarannya. Kita juga bekerja sama dengan capacity building, kita belajar dari negara-negara lain. Saling belajar satu sama lain, kita belajar, problem apa yang ada di Pasific Island,"ujar Kapolri .
“Apa yang di anggap polisi Indonesia bagus, bisa di ambil pelajarannya. Kita juga bekerja sama dengan capacity building, kita belajar dari negara-negara lain. Saling belajar satu sama lain, kita belajar, problem apa yang ada di Pasific Island,"ujar Kapolri .
Kapolri juga menawarkan kerjasama dalam bidang kependidikan kepada
negara-negara tersebut. Saat ini juga ada beberapa negara yang telah
mengikuti kursus dan berlatih di Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) Polri
untuk memaksimalkan fasilitas tersebut.
”Kita juga menawarkan kerjasama dalam bidang pendidikan, misalnya di
Jesileg Semarang, kita punya tempat kursus tingkat internasional yang
membahas tentang kejahatan seperti terorisme dan lainnya,” jelas
Kapolri.
"Kemudian di Sespim, negara sahabat dari Pasifik, ada beberapa negara yang telah ikut. Kita menawarkan, silakan kalau mau memaksimalkan fasilitas ini, kita welcome untuk negara-negara sahabat kepolisian untuk kursus dan berlatih," jelas pimpinan Polri ini.
Kapolri juga menjelaskan alasan Kota Bandung dipilih menjadi tempat
penyelenggaraan pertemuan karena memiliki nilai historis yakni sebagai
tempat dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika 1955 lalu. Dan diharapkan,
dapat memicu semangat dalam menghadapi kecepatan pembangunan
negara-negara yang lebih maju.
(tr/ex/lm/rp)

Post a Comment