Berikut Adalah Cerita Kapolri Soal Andil Polisi untuk Tingkatkan Investasi
Indopolice || Jakarta - Investasi menjadi salah satu faktor yang tengah didorong pemerintahan
kabinet kerja agar pertumbuhan ekonomi nasional dapat melaju lebih
tinggi lagi. Saat ini perekonomian Indonesia tumbuh setiap tahunnya 5%, sedangkan
cita-cita pemerintahan Jokowi-JK dalam RPJMN 2015-2019 ditetapkan di
level 7%.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya memiliki peran
dalam mengundang investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Keterlibatan Kepolisian Indonesia dalam mengundang investor masuk
adalah memastikan negara ribuan pulau ini aman dari beragam macam
konflik serta hal-hal yang membuat investor hengkang.
“Indonesia ada potensi untuk menjadi kekuatan ekonomi.
Riset PwC
Indonesia bisa jadi no 5 bahkan no 4. Penelitian dari Turki Sait Yilmaz
mengatakan sekarang ekonomi masih dipegang AS tapi dia juga biggest
debtor. Rusia Jepang Inggris Perancis dan Jerman akan stagnan karena
mereka tidak lagi di-support oleh koloni dulu. Yang akan rising adalah
China dan India tapi yang menarik second adalah Indonesia, Brasil dan
Afrika,” kata Tito di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10/2017).
Menurut Tito, Indonesia merupakan negara yang memiliki mesin pencipta
perekonomian yang besar, tergambar dari jumlah penduduk dan sumber daya
yang melimpah. Namun, hal tersebut akan menjadi percuma jika stabilitas
politik dan keamanan menghambat pertumbuhan ekonomi.
“Jadi Polri perannya penting karena untuk menjaga stabilitas politik,
Polri punya jaringan ekstensif sampai desa dengan kekuatan 440,000 di
bawah TNI. Polri punya 2 senjata, yaitu senjata sebenarnya senjata api
dan senjata hukum. Negara-negara punya sistem berbeda agar tidak terjadi
penyalahgunaan dua senjata ini,” jelas dia.
Mantan Kapolda Papua Ini juga memastikan bahwa pencurian ribuan
sepeda motor tidak akan membuat ekonomi terhenti, namun kerusuhan
menjadi momok yang membuat ekonomi terhenti. Sehingga, dia meminta
kepada seluruh pejabat Kepolisian agar menjaga stabilitas keamanan dan
politik guna mengundang investor betah menanamkan dananya di Indonesia.
Tito menegaskan, dirinya tidak segan akan mencopot para pejabat kepolisian di daerah yang nyatanya menyulitkan investasi masuk.
“Jangan polisi di daerah lihat ada investor datang ini saya bisa dapat berapa, ini yang akan kami copot,” ungkapnya.
“Sulawesi Utara sudah capek-capek kepala BKPM undang investor ke sana
dikerjain, cari lah masalah imigrasi, masalah tanah Ulayat. Terus kabur
lah dia, lapor ke Kadin-nya mereka di sana ini enggak kondusif. Terus
enggak investasi nanti kita perlu utang lagi. Ini yang saya titip,”
sambungnya.
Dia meminta kepada seluruh jajaran kepolisian untuk terus terlibat
dalam mengundang investasi ke Indonesia, bahkan dia tidak sungkan akan
memberikan penghargaan bagi pejabat polisi di daerah yang mampu
mengundang investasi.
“75% kita sudah sukses membantu ekonomi. Kalau mau tambah membantu,
memahami masalah pangan, ekonomi, investor, itu sudah 100 nilainya. Yang
nilainya 75 ke atas saya kasih reward. Tapi yang salah langkah daerahnya konflik, investor pada kabur nanti akan kami cari orang lain yang lebih tepat,” tukas dia.
Post a Comment