Kesuksesan PAM Polres Ngawi Besutan AKBP MB. Pranatal Hutajulu Sepanjang Juni 2018
IN-POLICE || NGAWI. Sepanjang bulan Juni 2018 bagi
aparat kepolisian merupakan waktu tersendiri dalam menjalankan tugas sesuai
kewenanganya. Mengingat dalam kurun waktu satu bulan tersebut ada agenda
penting yakni Operasi Ketupat Semeru 2018 dan hingga Operasi Pengamanan Pilgub Jatim 2018.
Dibawah besutan Kapolres Ngawi AKBP MB.
Pranatal Hutajulu menegaskan, sepanjang bulan Juni 2018 kemarin memang sebagai
masa waktu yang menjadi pusat konsentrasinya. Apalagi wilayah Ngawi merupakan
satu titik etalase wilayah Jawa Timur. Tentunya Ngawi menjadi pusat perhatian
pihak pemerintah pusat tidak terkecuali jajaran internal Polri sendiri.
Didasari itulah, pihaknya selalu
konsentrasi penuh terhadap kondisi dan situasi apapun di wilayah hukumnya
dengan memaksimalkan seluruh fungsi di internal Polres Ngawi. Bahkan Kapolri Jenderal
Tito Karnavian pun menyambangi wilayahnya tepatnya di rest area kilometer 575 masuk
bagian dari ruas tol Ngawi-Solo yang difungsionalkan masuk Desa Ngale,
Kecamatan Paron, Ngawi, pada Minggu 10 Juni 2018 lalu.
“Ngawi ini menjadi wilayah sentra di
Jawa Timur melihat dari lokasinya di perbatasan sehingga pada arus mudik dan
balik pada Lebaran 2018 kemarin kita mengerahkan seluruh kemampuan personel.
Semua atensi Kapolri kita jalankan pada akhirnya semua aman dan sukses dalam
pengaman masa waktu tersebut,” jelas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu,
Selasa, (10/07).
Jelasnya, dalam Operasi Ketupat 2018
pihaknya menerjunkan 272 personel kepolisian dari lintas satuan fungsi baik
Sabhara, Satlantas, Intelkam, Reserse dan Binmas. Ratusan personel itu ditempatkan
di 23 pos bersama personel lainya baik dari TNI maupun Satpol PP dan Dishub
Ngawi. Menurutnya, Operasi Ketupat
adalah agenda tahunan yang dibuat TNI dan Polri, dalam rangka pengamanan Lebaran
di seluruh wilayah Indonesia.
Operasi Ketupat
2018 kemarin berlangsung selama 18 hari, mulai dari 7
hingga 24 Juni. Dalam operasi ini ada empat hal yang
menjadi perhatian khusus, antara lain pengamanan arus mudik dan arus balik,
stabilitas pangan, bencana alam, dan terorisme. Secara umum dalam pengamanan
Operasi Ketupat 2018 wilayah Ngawi relative kondusif tidak terdapat kejadian
yang sifatnya menonjol.
Sesuai datanya, hanya terdapat 14
kejadian kriminalitas terdiri 6 kejadian non kriminalitas dan 19 kejadian
lakalantas. Tentunya semua kejadian itu telah sukses ditindaklanjuti oleh
masing-masing satuan tugas yang terlibat dalam Operasi Pengamanan Ketupat 2018.
“Semua hasil dari operasi ketupat sudah
kita evaluasi semaksimal mungkin untuk menekan kejadian seminimal mungkin.
Pastinya kita terus berkoordinasi dengan semua lintas fungsi,” kupasnya.
Diakuinya, di wilayah Ngawi pada Operasi
Ketupat 2018 ada 5 titik rawan yang menjadi pusat perhatianya. Antara lain
rawan macet seperti exit tol Siliwangi, simpang tiga Gendingan, simpang tiga
Sidowayah dan beberapa lokasi lainya. Demikian juga rawan lakalantas seperti di
jalur Ngawi-Mantingan kilometer 26-27, jalur Ngawi-Keras pada kilometer 4-5 dan
jalur Ngawi-Caruban kilometer 13-14.
Selain itu juga rawan pelanggaran lalu
lintas khususnya dilingkup dalam Kota Ngawi ditambah rawan jaringan terorisme
berada di wilayah Widodaren, Karangjati, Ngawi dan perbatasan wilayah
Mantingan-Sine. Dan terakhir rawan intoleransi berada di wilayah Kecamatan
Jogorogo.
Kemudian hasil evaluasi pada pengaman
Pilgub Jawa Timur 2018 kemarin, ulas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu
bersama personel gabungan mengerahkan 673 personel terdiri dari anggota
kepolisian jajaran Polres Ngawi, TNI 264 Personil dan Linmas 3102 personil.
Ratusan personel telah menjalankan tugasnya dalam pengamanan mulai pengiriman logistik
hingga pemungutan suara di 1.551 TPS.
“Sebelumnya memang ada beberapa titik
rawan terkait Pilgub Jawa Timur. Namun atas kesigapan personel semuanya
demikian juga hasil koordinasi kita dengan pihak-pihak terkait pada akhirnya
berjalan dengan kondusif dan terima kasih kepada semuanya,” pungkas Kapolres
Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. (pr)

Post a Comment