Hendak Menguras Sumur Seorang Warga Kendal Tewas
IN-POLICE || NGAWI - Sujahro pria 38 tahun warga Dusun Bandem, Desa/Kecamatan Kendal,
Ngawi, mendadak ditemukan tewas didalam sumur warga di Dusun Towo, Desa
Patalan, Kecamatan Kendal, sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis, (12/07). Dari
keterangan aparat kepolisian Polsek Kendal mendasar keterangan warga dan saksi
di lokasi kejadian dijelaskan, korban sebelum tewas hendak menguras sumur milik
Suyono menggunakan mesin genset.
Sekitar pukul 15.00 WIB Sujahro yang dikenal sebagai pekerja penguras umur
ini datang ke lokasi kejadian bersama dua orang yakni adiknya Widodo (26) dan
keponakanya Yayan (15). Saat itu korban bersama dua orang tersebut memasang
tambang sebagai alat untuk naik dan turun ke dalam sumur. Selain itu, pipa
paralon pun juga dipasang untuk saluran air buangan dari dalam sumur dengan
tenaga penyedot mesin genset.
Saat mesin genset mulai dipasang didalam sumur posisi Widodo maupun Yayan
berada diatas atau diluar sumur dengan kedalaman sekitar 17 meter tersebut. Sedangkan
korban berada didalam sumur. Nahas, ketika mesin genset dihidupkan mendadak
keluar asap tebal dari dalam sumur. Kontan saja Yayan merasa curiga lantas ia
pun masuk kedalam mencari keberadaan Sujahro.
Pada akhirnya tubuh korban ditemukan dikedalaman air sumur yang kondisinya
tewas. Lantas saksi ini teriak minta tolong kepada rekanya dengan
memberitahukan kalau Sujahro sudah tidak bernyawa. Dalam hitungan menit
kejadian itu menggegerkan warga sekitar yang dilanjutkan melaporkan kejadian
kepada pihak polisi.
“Bersama warga tadi anggota mengevakuasi korban dari alam sumur. Dari olah
TKP maupun pemeriksaan medis korban ini meninggal murni akibat kecelakaan
kerja,” terang Kapolsek Kendal AKP Suroso.
Setelah berhasil dikeluarkan, tim medis dari Puskesmas Kendal langsung
memeriksa kondisi korban. Hasilnya, Sujahro tewas lantaran terlalu banyak
menghirup asal genset hingga pingsan dan jatuh ke dalam air sumur. Selain itu,
saat bekerja korban tidak dilengkapi alat keselamatan apapun. Dari peristiwa
menjelang petang itu pihak keluarga korban menerima kejadian yang menimpa
Sujahro sebagai musibah. (pr)

Post a Comment