Inilah Cerita Aipda Usman dan Brigadir Solikin Saat Mengawal Kotak Suara
IN-POLICE || Bojonegoro – Cerita heroik saat mengawal kotak suara ke sebuah
tempat terpencil tidak hanya milik wilayah di luar Kabupaten Bojonegoro
atau bahkan diluar pulau Jawa yang notabene masih ada sebuah daerah
pedalaman yang masih terisolir dengan konektifitas transportasi yang
memadai, namun cerita heroik dalam mengawal kotak suara hingga sampai di
Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga ada di Kabupaten Bojonegoro,
tepatnya di Dusun Jubleg Desa Napis Kecamatan Tambakrejo Kabupaten
Bojonegoro.
Untuk
sampai di TPS 8 Dusun Jubleg Desa Napis Kecamatan Tambakrejo, Aipda
Usman dan Brigadir Solikin bersama Linmas dan PPS mengawal kotak suara
hingga sampai ditujuan yang dilakukan pada hari Selasa (26/06/2018) pagi
tadi, harus melewati 2 buah sungai yang menghubungkan Dusun Jubleg
dengan Dusun lain yang ada disebelahnya. Tidak hanya melewati 2 buah
sungai, moda transportasi ke Dusun Jubleg tidak bisa dilalui oleh
kendaraan roda empat atau lebih.
Tidak
hanya sampai disitu saja caritanya, dengan bersamaan datangnya hujan
dikala mengawal kotak suara hingga sampai di TPS, mengakibatkan jalan
menuju TPS yang masih berupa tanah banyak yang becek serta letak
geografisnya yang perbukitan serta bebatuan kadang kala harus bahu
membahu dengan anggota Linmas dan PPS yang ikut mengawal mendorong
kendaraan motornya yang terjebak lumpur.
Berdasarkan data dari KPU Bojonegoro, TPS 8 di Dusun Jubleg Desa
Napis Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, terdapat 546 pemilih
yang terdiri dari 268 pemilih laki-laki dan 278 pemilih perempuan. Dan
10 diantaranya adalah pemilih difabel penderita tuna daksa. (Yd)



Post a Comment