Tatap Muka Kapolres Ngawi Dengan Kepala Sekolah dan Guru SMKN 1 Ngawi
NGAWI - Setelah menjadi Pembina upacara,
Kapolres Ngawi melaksanakan Tatap muka Kapolres Ngawi dengan Kepala
Seloha dan guru serta staf SMKN 1 Ngawi, bertempat di ruang guru SMKN 1
Ngawi.
Dalam Tatap muka dengan Kepala sekolah beserta jajarannya Kapolres Ngawi AKBP MB. Paranatal Hutajulu, S., S.I.K., M.H., kepada guru SMKN 1 Ngawi, menyampaikan merupakan suatu kebanggaaan bisa bertatap muka dengan para guru disini. Kapolres menyampaikan bahwa Saya juga mantan murid di Surabaya SMA 1 merupakan sekolah belanda jaman bung Karno.
Pada kesempatan ini saat bertatap muka
dengan guru Kapolres menyampaikan beberapa hal yakni Budaya toleransi
dilingkungan sekolah, hindari intoleransi yang merupakan bibit
berkembangnya radikalisme, mengembangan sikap toleran kepada orang lain
baik kepada teman sekolah, di rumah dan orang lain.
Intoleransi tidak hanya berasal dari
Agama, namun dari masalah kecil bisa timbul, masalah meledek aja bisa
membuka pintu radikalisme, masalah penyerangan terhadap tokoh agama
tidak boleh terjadi disini khususnya di wilayah Kabupaten Ngawi.
Untuk perkembangan Technologi Informasi
terkait penggunaan media sosial, waspadai dampak negatif medsos,
konten porno, situs porno banyak yang bocor, diharapkan peran serta
sebagai guru, lakukan kontrol cek secara rutin dan lakukan sidak
terhadap penggunaan HP pelajar, cek histori HP-nya, walaupun Kominfo
sudah melakukan pemblokiran di situs-situs porno, akan tetapi masih ada
yang bocor. jelas Kapolres.
Banyaknya hal negatif dari penggunaan
Medsos, misalkan timbul kejadian penyalahgunaan dari penggunaan HP
digunakan rencana penipuan lewat Hp atau Medsos dan bahkan untuk
perbuatan tindak pidana lainnya yang berasal dari penggunaan Media
Sosial.
Diharapkan untuk selalu memberikan
pengertian dan pemahaman tertib berlalu lints, karena korban akibat laka
lantas lebih banyak dari korban perang, banyak korban yang meninggal
dari kelompok usia produktif/pelajar. Dalam hal ini polisi sudah
melakukan upaya-upaya untuk meminimalisir angka laka lantas. Salah
satunya sosialisasi di sekolahan dan Media Sosial.
Akan tetapi dimohon kepada para guru
juga harus berikan contoh teladan patuhi peraturan lalulintas,
permasalahnya yang kita hadapi anak SMP pun sudah di belikan sepeda
motor. Kapolres mengingatkan " Jangan gunakan rasa sayang yang salah,
kita jangan diam saja membiarkan anak tidak gunakan Helm saat
berkendara, sehingga hal fatal tidak terjadi.
Kapolres juga berpesan untuk masalah
peredaran narkoba, saat ini sudah sampek di pelosok desa, jadi bahaya
narkoba sudah menjalar kemana-mana. Perang tidak perlu gunakan alat
perang dan pasukan, tapi cukup selundupkan narkoba, contoh perang
candu di Cina.
Menurut Kapolres pihak sekolahan perlu melakukan sidak sasaran narkoba,
dikantin sekolah dan mungkin saja di kamar mandi. Kapolres juga
menyampaikan masalah kejadian-kejadian di luar bisa menjadi bahan untuk
senantiasa mewaspadai hal-hal yang menjurus ke arah pidana, masalah
penipuan lewat SMS, waspada jika mendapatkan SMS dari nomor yang tidak
dikenal yang menyaru sebagai polisi dengan alibi keluarganya mengalami
perkara yang harus di siapkan uang. "Jika mendapatkan hal yang demikian
diharapkan untuk berkoordinasi dengan pihak terkait." Imbuh Kapolres.
(Jf)

Post a Comment