Polres Bojonegoro Terus Ciptakan Inovasi Pelayanan Publik
Bojonegoro – Setelah aplikasi Crime Alarm System (CAS) meraih banyak
penghargaan dan diadopsi oleh Polres lain, aplikasi Traffic Accident
Claim System (TACS), inovasi terbaru dari Sat Lantas Polres Bojonegoro
pada Rabu (24/01/2018) kemarin juga meraih penghargaan dari Dir Lantas
Polda Jatim. Bertempat di Mapolda Jatim, penghargaan diberikan oleh Dir
Lantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono SIK dan diterima langsung oleh
Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto BS SH SIK MH.
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S.Bintoro SH SIK MSi, saat
dikonfirmasi awak media ini membenarkan, bahwa dirinya telah mendapat
laporan terkait penghargaan yang diterima jajaran Sat Lantas Polres
Bojonegoro.
“Alhamdulilah, saya mendapatkan laporan dari Kasat Lantas kalau
innovasi terbaru kita kembali meraih penghargaan,” terang Kapolres.
Kapolres menuturkan, Polres Bojonegoro akan terus berkomitmen untuk
meningkatkan kualitas pelayanan publik menuju polri yang promoter
(profesional, modern dan tepercaya). Karena, jika tanpa keunggulan maka
akan berat menghadapi persaingan baik dari dalam maupun dari luar.
“Teknologi bisa sebagai empowering, problem solving, inovasi maupun kreatifitas,” tutur Kapolres
Konsep membangun keunggulan, bisa diawali dengan membuat model
berpikir secara konseptual maupun teoritikal. Berpikir model dan membuat
cetak biru, merupakan road map (peta jalan) membangun keunggulan.
“Dengan model tersebut, akan ditemukan polanya baik sebelum, saat maupun sesudahnya.” imbuh Kapolres.
Kapolres menambahkan, ketika konsep ini diterapkan dalam suatu
program implementasi kerja, pada suatu bidang pelayanan publik, maka
bisa melihat unsur-unsur pelayanan publik, yang diantaranya mencakup
aturannya, petugasnya, infrastruktur maupun sarana dan prasarananya
serta masyarakat yang dilayaninya
“Ketika semua unsur tersebut dihubungkan, maka akan tercipta pelayanan prima yang berdampak pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat,” lanjutnya.
Masih menurut Kapolres, bahwa yang dimaksud dengan pelayanan prima
yaitu pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel,
informatif dan mudah diakses. Dan dari pelayanan prima tersebut,
terdapat 4 poin unsur pelayanaan publik, yaitu: aturan-aturan atau
payung hukum harus memihak kepada upaya-upaya peningkatan kualitas hidup
masyarakat; para petugasnya bekerja secara profesional, cerdas,
bermoral dan modern; infrastruktur dan sistem-sistemnya mampu
menghasilkan pelayanan prima di era digital dan dampak dari pelayanan
publik mampu menunjukkan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pemikiran di atas tidak turun tiba-tiba, namun setidaknya secara
manajerial dapat dilihat pada tingkat birokrasi maupun
pekerjaan-pekerjaan di dalam masyarakat,” ucap Kapolres Bojonegoro.
Konsep profesional, cerdas, bermoral dan modern akan menjadi pilar
dasar menuju keunggulan walaupun masih memerlukan kebijakan-kebijakan
pemimpin dan berbagai hal lainya.
Makna profesional adalah ahli memiliki
komitmen dan kompetensi. Makna cerdas adalah kreatif inovatif sarat
dengan ide-ide atau hal-hal baru yg inspiratif. Makna bermoral secara
singkat dapat dipahami dikerjakan atas dasar kesadaran, tanggung jawab
dan disiplin.
“Sedangkan modern disini dipahami berbasis IT dan ilmu pengetahuan
yang mampu membangun big data dalam integrasi back office aplication dan
jaringan-jaringannya.” pungkas Kapolres. (yd)

Post a Comment