Aksi Heroik Dua Brigadir Humas Polres Ngawi Amankan Pelaku Bentrok Bersajam
NGAWI - Dua
orang anggota kepolisian berpangkat brigadir dari Humas Polres Ngawi berhasil
mengamankan dua pria bertato yang terlibat bentrokan di kawasan alun-alun Ngawi
sekitar pukul 12.00 WIB pada Senin, (08/01). Kedua orang yang diamankan petugas
tersebut setelah sebelumnya terlibat perkelaihan yang salah satu pelaku membawa
senjata tajam jenis pisau lipat.
Dari keterangan
yang ada Briptu Gentur Edi Cahyono dan Bripda Ferdinal Kurniawan kebetulan
melintas dilokasi kejadian usai melakukan kegiatan dokumentasi acara Panwaslu
di Aula RM Notosuman yang dihadiri Kapolres Ngawi AKBP MB.Pranatal Hutajulu.
Mendadak kedua polisi ini melihat ada perkelaihan dua pria bertato tanpa
diketahui penyebabnya.
“Tadi pas saya
melintas dengan kawan tahu-tahu melihat ada dua orang pria terlibat bentrok. Ketika
saya dekati mereka berusaha kabur ternyata salah satu pelaku terbukti membawa
senjata tajam jenis pisau lipat. Makanya untuk mencegah sesuatu kejadian yang
lebih parah mereka langsung kami lumpuhkan,” terang Briptu Gentur Edi Cahyono,
Senin (08/01).
Jelasnya, aksi
perkelaihan kedua pria bertato bermotif dendam setelah istri salah satu pelaku diduga
dibawa kabur ke daerah Cikupa, Tangerang selama sebulan. Sebut saja AS pria
bertato berumur 23 tahun yang mengaku sebagai warga Desa Gelung, Kecamatan
Paron, Ngawi terlibat bentrok dengan SP pria berusia 29 tahun asal Desa
Padaran, Kecamatan/Kota Rembang, Jawa Tengah.
Dimana, AS
dituduh oleh SP telah membawa kabur istrinya Novi Mutiyasari selama sebulan
tanpa diketahui alasan yang jelas. Padahal hubungan antara AS dan SP saling
kenal bahkan keduanya seperti rekan kerja. Merasa dikhianati oleh AS membuat SP
kalap dan berusaha mencari keberadaannya. Dan kedua orang tersebut bertemu di
kawasan alun-alun Ngawi bersama Novi Mutiyasari dari hasil keteranganganya
mengaku sebagai warga Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.
Lantas, di
kawasan alun-alun Ngawi inilah ketiganya menegak minuman keras yang belum
diketahui pasti jenisnya. Dan mendadak terjadilah aksi perkelahian antara AS
dan SP yang dipicu soal cemburu setelah Novi Mutiyasari dibawa oleh AS. Guna mempertanggungjawabkan
hukum kedua pria bertato tersebut langsung digelandang petugas Satreskrim
Polres Ngawi.
Sementara itu
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko mengatakan, aksi bentrok yang melibatkan
dua orang bertato memang diduga kuat akibat rasa cemburu setelah istri SP
dibawa AS untuk mengamen selama sebulan di Tangerang. Membuat hati SP dibuat
panas dari kelakuan AS tersebut.
“Dari
keterangan awal motif bentrokan itu dilatarbelakangi oleh cemburu dimana istri
SP dibawa oleh AS yang katanya selama sebulan di kawasan Tangerang. Dan terkait
senjata tajam yang diamankan itu memang berasal dari tangan salah satu pelaku
bentrok namun belum sempat dipakai untuk kekerasan,” pungkas AKP Maryoko. (pr)
Post a Comment