Lindungi Buah Hati Anda Dari Pelaku Kejahatan Seksual
In-police || JAKARTA - Sabtu (02/11/2017). Kasus pelecehan seksual
terhadap anak yang terjadi di tengah masyarakat membuat orang tua patut
waspada. Tidak hanya memberikan pengawasan, orang tua juga harus
memberikan edukasi kepada anak khususnya dalam hal menjalin pertemanan
dengan orang lain. Sebagai orangtua, tentu kita berusaha menjauhkan anak
dari bahaya kejahatan seksual.
Namun, kemampuan para predator kejahatan
seksual menguasai korban, baik dengan tipu daya maupun ancaman, memang
menyebabkan kejahatan ini sulit dihindari.
Untuk itu berikut tips menjaga Anak dari pelaku pelecehan seksual:
1. Gunakan istilah sebenarnya
Ketika Anda mengajari anak, “Ini namanya hidung, yang ini kaki”, perkenalkan juga alat kelamin dengan istilah asli. Biasakan menyebut ‘penis’ untuk anak laki-laki dan ‘vagina’ untuk anak perempuan –tidak ada bedanya dengan menyebut organ tubuh lain. Pembiasaan menggunakan istilah asli adalah langkah pertama pendidikan seks anak.
Ketika Anda mengajari anak, “Ini namanya hidung, yang ini kaki”, perkenalkan juga alat kelamin dengan istilah asli. Biasakan menyebut ‘penis’ untuk anak laki-laki dan ‘vagina’ untuk anak perempuan –tidak ada bedanya dengan menyebut organ tubuh lain. Pembiasaan menggunakan istilah asli adalah langkah pertama pendidikan seks anak.
2. Ajarkan konsep privasi
Beritahu anak bahwa tidak semua orang boleh melihat, apalagi
menyentuh alat kelaminnya. Ajarkan padanya siapa saja yang boleh, dan
dalam situasi apa. Misalnya, boleh oleh dokter saat memeriksa, atau
pengasuh saat memandikan. Anda pun harus mendukung anak dalam menjaga
privasinya, misalnya dengan tidak menelanjangkan anak di tempat umum
ketika berganti baju di pinggir kolam renang atau pantai.
3. Ajarkan Anak untuk Berkata Tidak
Ajarkan pada anak kalau ia memiliki kendali atas tubuhnya dan harus
mengatakan 'tidak' untuk sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. Jika
perlu, kasih tahu cara menjaga diri dari kemungkinan hal buruk.
4. Pelaku Pelecehan Kemungkinan Orang yang Dikenal
Orang asing memiliki kemungkinan yang sangat kecil akan melakukan
pelecehan seksual pada anak Anda. Jika hal tersebut dilakukan oleh orang
yang dikenal, sang anak cenderung akan akan menurut. Pada beberapa
kasus ditemukan pelaku pelecehan seksual mulai dari anggota keluarga,
guru, pelatih, atau teman yang terpercaya.
5. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Anak dan Ketahui Tanda-tanda Anak Sedang Ada Masalah
Komunikasi yang baik akan membuat anak terbuka tentang hal-hal yang
menurutnya tidak wajar.
Jangan terlalu keras pada anak, supaya anak
tidak memiliki rasa trauma. Jika anak menjadi pendiam, orang tua harus
tahu penyebabnya. perubahan sikap bisa menjadi tanda bahwa anak Anda
mengalami suatu masalah.
Semoga tips berikut dapat membantu menjaga buah hati Anda dari para pelaku kejahatan seksual.
(vi/lm/rp)

Post a Comment