Respon Darurat Narkoba, BNK Ngawi Gelar Jambore Pemuda Anti Narkoba
IndoPolice || Sesuai komitmen awal
keberadaan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi terus berupaya melakukan
pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pil psikotropika maupun zat-zat adiktif
diwilayah kerjanya. Kali ini bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
(Disparpora) Kabupaten Ngawi mengadakan Jambore Pemuda Peduli selama dua hari
mulai 7-8 November 2017 di Yon Armed 12 Angicipi Yudha Ngawi.
Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi
sekaligus Ketua BNK daerah setempat mengatakan, Jambore Pemuda Peduli yang
digelar kali ini merupakan respon langsung atas pernyataan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) bahwasanya Indonesia sekarang ini pada tataran darurat narkoba.
Menyusul sekitar 50 anak meninggal pertahun akibat penyalahgunaan narkoba.
Dengan demikian Jambore Pemuda
Peduli di Ngawi tersebut merupakan langkah real atau nyata dari tim P4GN
(Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang
dibentuk disetiap kabupaten/kota. Dan jambore pemuda 2017 ini merupakan
kegiatan di tahun ke-5 yang dilaksanakan di Kabupaten Ngawi dengan peserta
tidak kurang dari 800 orang dari kalangan pelajar setingkat SLTP sampai SLTA.
“Jadi kegiatan jambore sekarang
ini merupakan respon kita terhadap isi pidato presiden tentang darurat narkoba.
Seperti diketahui untuk di Ngawi setiap tahunya melalui BNK mengangkat duta
anti narkoba sekitar 800-1000 pelajar,” terang Ony Anwar usai membuka Jambore
Pemuda Peduli di Yon Armed 12 Angicipi Yudha, Selasa (07/11).
Jelasnya, para duta anti narkoba
sesuai fungsi dan peranya menjadi agen dilingkup sekolahnya masing-masing yang
bisa menginformasikan sekaligus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba yang
didalamnya ada pil psikotropika maupun bahan dan zat adiktif termasuk rokok. Ia
pun mengharap kegiatan jambore bisa dilaksanakan secara berkesinambungan
terarah yang bermuara pada kesiapan pemuda menjadi generasi penerus memiliki
kesehatan mental spiritual khususnya bebas dari narkoba.
Disisi lain tandas Ony, selama
beberapa tahun terakhir di Ngawi kasus penyalahgunaan narkoba memang sempat
menyeret kalangan pelajar baik sebagai pelaku konsumen maupun pengedar. Guna
memproteksi kalangan pelajar dari bahaya narkoba pihaknya atas nama BNK membuka
kanal informasi dengan para pendidik lingkup sekolah SLTA sederajat khususnya
para guru BK.
“Memang selama ini ada kebuntuan
terkait informasi dari mereka yang terindikasi memakai narkoba. Tentu kita
berharap untuk kedepanya para guru BK ini membuka kran informasi seluas-luasnya
apabila menemukan anak didiknya terlibat narkoba silahkan hubungi BNK maupun
Satreskoba Polres Ngawi untuk dilakukan langkah pencegahan termasuk
rehabilitasi maupun advokasi sebelum ada proses hukum selanjutnya,” ulas Ony
Anwar.
Pungkasnya, mengajak seluruh
stakeholder yang ada untuk mendukung program P4GN guna menangkal penyalahgunaan
narkoba sejak dini di sekolah. Pun, menampung seluruh gagasan dan ide dari para
kepala sekolah terkait usaha pemberantasan dan pencegahan narkoba. Langkah ini
dalam rangka mendorong penerapan Inpres No 12 Tahun 2011 tentang kewajiban
seluruh lapisan masyarakat dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba,
salah satunya bagi kalangan pendidik. (pr)

Post a Comment