Parepare Darurat Narkoba, Polisi Ungkap 50 Kg Setahun Terakhir
INDOPOLICE || Parepare, Sulawesi Selatan.
Jumat (03/11/2017). Polres Parepare, Sulawesi Selatan berhasil
mengungkap peredaran gelap sabu sebanyak 5 kilogram. Keberhasilan ungkap
peredaran gelap sabu tersebut menjadi penggenap pencapaian Polres
Parepare dalam setahun terakhir yaitu sebanyak 50 kilogram. Hal tersebut
merupakan salah satu bentuk meningkatnya pencapaian kinerja dari
anggota Kepolisian Polres Parepare, dimana pada tahun sebelumnya “hanya”
berhasil mengungkap membongkar peredaran narkoba seberat 14 kilogram.
“Narkoba ini masuk ke Parepare melalui jalur laut terutama dari
Tarakan dan Nunukan yang berasal dari Tawau Malaysia,” jelas Kapolres
Parepare, AKBP Pria Budi kepada anggota Komisi 3 DPR-RI dari Fraksi
Partai Nasdem, Akbar Faizal dalam rangkaian acara reses di Sulawese
Selatan, Kamis (2/11/2017).
Selain sabu, Polres Pare-pare juga berhasil mengamankan 143 gram
ganja dan 3 gram ganja jenis Gorilla. Dalam setahun terakhir Polres
Parepare telah berhasil mengungkap 80 kasus dengan 157 tersangka.
Disebutkan dalam laporan intelijen bahwa Kota Parepare dijadikan
sebagai pintu masuk jaringan narkoba khususnya pangsa pasar beberapa
kabupaten di sekitar Kota Parepare seperti Sidrap, Pinrang, Wajo, Bone
dan Soppeng. Tindakan keras ytang diterapkan oleh Polres Parepare
nampaknya tidak memberikan efek jera bagi para gembong narkoba.
Dibuktikan dengan pembongkaran jaringan narkoba yang diikuti dengan
pengungkapan 5 Kg sabu yang terakhir, justru dikendalikan dari salah
seorang tahanan di LP Sidrap.
Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal memang intens mengamati
pencapaian kinerja Polres Parepare dalam meringkus jaringan narkoba,
oleh karena itu beliau menyebut jika Parepare sudah layak masuk dalam
status Darurat Narkoba. Saat beliau masih berdiskusi soal narkoba dengan
Kapolres Parepare di salah satu cafe di Kota Parepare, masuk laporan
yang menyebutkan telah terjadi penangkapan terhadap seorang pelaku
dengan barang bukti 16 gram sabu.
Setelah beberapa jam sebelumnya Akbar Faizal melakukan kunjungan di
Lapas Klas II Barru, dimana terdapat 80 persen dari total 174 tahanan
merupakan narapidana narkoba menyatakan Parepare sudah masuk dalam
darurat narkoba. “Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Saya nyatakan
Parepare darurat narkoba. Harus ada langkah ekstrim untuk menghentikan
ini semua agar generasi muda Sulsel selamat dari sergapan narkoba,”jelas
Akbar Faizal.
Penambahan fasilitas khusus untuk pemberantasan narkoba di pintu
masuk Parepare sebenarnya cukup baik. Namun fasilitas speedboat dan
anjing pelacak K9 berikut mobil untuk K9 ternyata tidak cukup untuk
menjaga pintu masuk ini.
Anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal bersama dengan Kepala BNN
Komjen Pol Budi Waseso membicarakan tentang ancaman narkoba melalui
pintu masuk Parepare. Komjen Pol Budi Waseso telah berjanji untuk
memberikan perhatian lebih kepada Polres Parepare yang berjibaku menahan
ekspansi jaringan narkoba.
“Saya akan bicarakan lebih detil dengan Pak Buwas dan Kapolda Sulsel
soal ini,” jelas Akbar Faizal didampingi Wakil Walikota Parepare, Andi
Faizal Sapada.
(si/lm/rp)

Post a Comment