Header Ads

Mudah Didapat, Begini Cara Daun Sirsak Obati Kanker

In-police || JAKARTA - Rabu (22/11/2017). Mengkonsumsi daun sirsak sebagai pengobatan herbal untuk kanker sudah sangat dikenal di masyarakat. 
 
Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Dr. dr. Lili Indrawati, M.Kes sering ditanya mengenai manfaat daun sirsak untuk pengobatan penyakit. Setelah melihat manfaatnya pada beberapa orang, ia memutuskan untuk meneliti manfaat daur sirsak bagi pasien kanker kolorektal untuk disertasi doktoralnya.

"Karena sebagai dokter kan kita nggak bisa bilang ini bermanfaat itu bermanfaat tanpa ada pembuktian ilmiahnya. Penelitian saya bertujuan untuk membuktikan manfaat daun sirsak terhadap penyakit kanker," jelas Dr. Lili.

Penelitian dilakukan kepada 30 orang pasien kanker kolorektal stadium dini, 15 orang diberikan ekstrak daun sirsak yang disajikan dalam bentuk teh, 7 gelas per hari. Sedangkan 15 orang lainnya mendapat placebo dari gula jagung. Dimana seluruh partisipan merupakan pasien kanker kolorektal yang sudah menjalani operasi dan sedang dalam proses pengobatan.

"Hasilnya terlihat pada pasien kanker stadium dini saja, stadium 1, 2 dan 3 awal. Sementara pada stadium lanjut dosis minum tehnya 210 gelas per hari, tentu ini tidak memungkinkan," ujarnya.

Meski begitu, hasil studi tersebut membuktikan bahwa pengobatan herbal dapat menjadi pengobatan tambahan bagi pasien kanker. Namun harus diingat, pengobatan herbal sifatnya komplementari alias pendampingan, bukan sebagai pengganti pengobatan atau terapi kedokteran lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr. Hardhi Pranata, Sp.S menerangkan bahwa sirsak sendiri telah diteliti dapat mengobati kanker usus besar (colon), kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat dan juga kanker payudara. Bagian sirsak yang bermanfaat untuk obat kanker antara lain batang, daun dan juga buahnya atau dalam bentuk jus.

dr. Hardhi menungkapkan jika sirsak mengandung senyawa saponin, polifenol dan juga bioflavonoid yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Sirsak membunuh kanker melalui sel-sel yang tumbuhnya abnormal atau sel-sel spesifik seperti radikal bebas yang ada sel-sel kankernya, namun sirsak tidak merusak sel-sel yang sehat.

Selain itu, dr. Hardhi menuturkan di Nanjing University sendiri sudah dilakukan terapi kombinasi dengan pengobatan herbal sirsak dan didapatkan pasien-pasien kanker di sana tidak mengalami mual, rambut rontok, berat badan menurun dan bisa tetap berjalan-jalan seperti biasa.

Dengan adanya terapi kombinasi, diharapkan bisa mengurangi efek samping dari terapi kanker yang dilakukan seperti kemoterapi, radiasi atau operasi, serta dapat mengurangi jumlah kemoterapi yang seharusnya dilakukan oleh pasien. 

 (si/lm/rp)

No comments

Powered by Blogger.