Keselamatan Warga Tembagapura Yang Disandera Adalah Prioritas Kapolri
Indopolice || JAKARTA. Kamis (16/11/2017). Kapolri Jenderal Polisi
H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D menegaskan bahwa prioritasnya adalah
keselamatan warga yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata
(KKB). Ditemui di Mabes Polri sesaat setelah memimpin upacara Sertijab
Irwasum dan Kabaharkam Polri, Kamis (16/11).
Tito mengatakan, "Kita
melihat ada warga yang disandera, otomatis nomor satu yang kami (Polri)
prioritaskan adalah menyelamatkan warga. Jangan sampai ada korban, ini
pilihan kita. Baik dari pihak warga, petugas, dan juga dari KKB, karena
bagaimanapun mereka adalah warga negara kita".
Oleh karena itu, langkah-langkah persuasif menjadi pilihan Kapolri
dalam menghadapi permasalahan ini. Langkah-langkah nyata persuasif Polri
di antaranya melalui jalur gereja, jalur adat, tokoh masyarakat dan
lain-lain.
"Namun, kalau cara-cara persuasif tidak bisa kita lakukan dan gatelock.
Maka tidak mungkin akan kita diamkan, negara tidak boleh kalah. Kita
harus melakukan tindakan, tapi tentunya tindakan itu dengan mengurangi
dan meminimalisir korban", ucap Tito.
Kapolri menegaskan bahwa dirinya menghindari operasi penegakan hukum,
di mana operasi tersebut merupakan operasi bersenjata berhadapan dengan
yang bersenjata. Tito beralasan jika sampai terjadi operasi tersebut
maka rentan akan jatuhnya banyak korban.
Tito pun menyarankan agar rekan-rekan Komnas HAM bisa datang ke sana
untuk dapat melakukan mediasi. "Saya berpikir, mungkin teman-teman
Komnas HAM bisa datang ke sana untuk melakukan mediasi. Jangan nanti
kalau ada apa-apa tinggal menyalahkan pada petugas saja. Ingat, petugas
yang ada di sana baik TNI atau Polri, mereka itu di sana juga berjuang
nyawa, jangan nanti setelah mereka bertindak dan ada korban, malah
disalahkan lagi", cetus mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Teror (BNPT) ke awak media.
Kapolri mengatakan ada beberapa motif yang melandasi KKB melakukan
tindak kejahatannya, mulai dari motif ekonomi, alasan tempat
pendulangan, sampai dengan motif mengenai separatisme.
Tito menyampaikan pesan kepada anggotanya di Papua untuk terus
semangat dalam berjuang di tengah keadaan penuh resiko. "Saya tahu betul
medan di sana seperti apa, di kelilingi gunung, hutan lebat, kemudian
keadaan di sana jalannya berliku dan kanan-kirinya jurang. Jadi,
medannya cukup berat, saya tahu itu", tutur Kapolri.
(pr/lm/rp)

Post a Comment