Kapolda Papua : KKB Segera Letakan Senjata dan Kembali Bermasyarakat
Indopolice || TIMIKA, PAPUA. Jum'at
(17/11/2017), Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi
Boy Rafli Amar kembali memperingatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
agar segera meletakkan senjata dan menyerahkan diri ke pihak berwenang.
"Sekali lagi kami mengingatkan kepada
mereka untuk meletakkan senjata dan menyerahkannya ke kantor kepolisian
terdekat. Jangan lagi melakukan aksi kekerasan dan patuhi apa yang sudah
kami maklumatkan. Kami tidak akan melakukan apa-apa," ungkap Kapolda.
Selain itu, Kapolda menawarkan kepada
KKB agar secara legawa kembali bergabung dalam aktivitas masyarakat
secara normal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta terlibat
aktif melakukan pembangunan di wilayah Papua.
"Berbagai program pembangunan sedang
digalakan oleh pemerintah di Provinsi Papua dan tentunya hal itu untuk
kepentingan masyarakat Papua. Mari kita bahu-membahu ikut dalam
pembangunan.
Jangan lagi membunuh, jangan lagi menyakiti hati
masyarakat, jangan melanggar hukum, jadilah masyarakat yang baik dan
patuh hukum serta berkebudayaan yang positif," katanya.
agar secara legawa kembali bergabung
dalam aktivitas masyarakat secara normal dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, serta terlibat aktif melakukan pembangunan di wilayah Papua.
"Berbagai program pembangunan sedang
digalakan oleh pemerintah di Provinsi Papua dan tentunya hal itu untuk
kepentingan masyarakat Papua. Mari kita bahu-membahu ikut dalam
pembangunan.
Jangan lagi membunuh, jangan lagi menyakiti hati
masyarakat, jangan melanggar hukum, jadilah masyarakat yang baik dan
patuh hukum serta berkebudayaan yang positif," katanya.
Agar secara legawa kembali bergabung
dalam aktivitas masyarakat secara normal dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, serta terlibat aktif melakukan pembangunan di wilayah Papua.
"Berbagai program pembangunan sedang
digalakan oleh pemerintah di Provinsi Papua dan tentunya hal itu untuk
kepentingan masyarakat Papua. Mari kita bahu-membahu ikut dalam
pembangunan.
Jangan lagi membunuh, jangan lagi menyakiti hati
masyarakat, jangan melanggar hukum, jadilah masyarakat yang baik dan
patuh hukum serta berkebudayaan yang positif," katanya.
KKB sudah lebih dari tiga pekan
menguasai dan menduduki perkampungan sekitar Kota Tembagapura. Sejak
itu, 1.300 warga sipil dilaporkan terisolasi karena tidak bisa lagi
leluasa untuk
Bepergian ke Tembagapura guna membeli barang kebutuhan
pokok mereka.
Kini kondisi mereka makin memburuk lantaran persediaan bahan makanan makin menipis.
Buntut dari keberadaan KKB di
kampung-kampung itu, kini pelayanan kesehatan dan pendidikan di
Banti-Kimbeli, Opitawak sama sekali tidak berjalan.
Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga
Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sudah tutup
operasionalnya sejak 27 Oktober 2017. Kondisi serupa terjadi di SD dan
SMP Negeri Banti.
Seluruh petugas kesehatan dan guru-guru di wilayah itu telah dievakuasi ke Timika.
(kr/lm/rp)

Post a Comment