Ini Dia Kesaksian Nuryanto Korban Penyanderaan KKB
In-police || JAWA TENGAH -Senin (27/11/2017). Masih teringat dibenak kita terkait aksi penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga di Tembagapura Papua. Nuryanto (47) merupakan salah satu dari korban penyanderaan yang berhasil dibebaskan oleh Satgas Terpadu Penanggulangan KKB.
Bertempat di rumahnya di Kedondong, Kecamatan Demak, Jawa Tengah. Nuryanto menceritakan kejadian sebelum penyanderaan itu terjadi.
"Sebelum ada kejadian penyanderaan, anggota Brimob melakukan penyisiran. Terjadi aksi penembakan (dengan Kelompok Bersenjata) yang mengakibatkan satu anggota meninggal dan satu luka-luka," terangnya.
Selang berapa waktu KKB melancangkan aksinya dengan memblokir akses jalan di Utukini, Papua. Seketika itulah, daerah di Kimbeli, Banti hingga Utukini dikepung hingga ribuan penduduk disandera.
"KKB melakukan aksi kriminal seperti memperkosa, membunuh dan lain sebagainya. Tapi OPM hanya ingin Papua merdeka," ujarnya.
Para penyandera mencirikan dirinya dengan menggunakan pakaian seperti tentara Indonesia dengan warna baju yang lebih gelap. Selain itu, bagian wajah mereka ditutup separuh pada bagian mulut dan sisanya dioles warna hitam sehingga sulit dikenali.
"Penyandera diberitakan hanya 21 orang, tapi menurut saya jumlahnya ratusan. Mereka dari berbagai daerah, antara lain Kalikopi, Timika, Jayapura, Wamena, Intanjaya, Puncakjaya yang kumpul jadi satu," jelasnya.
"Saya bawa masuk ke rumah, kasih kopi, rokok. Saya bilang kakak inginnya apa biar kami bisa bebas? Uang kah, atau apa. Pelaku menjawab, tidak bisa bebas, kamu tidak bisa keluar dari sini. Saya makan, kamu makan, kamu lapar saya lapar. Kami hanya ingin merdeka. Kamu bisa keluar kalau sudah ada persetujuan, dari Papua ke tangan Papua lagi," tuturnya.
Selama penyanderaan ia hanya berdiam diri di rumah. Untuk makan sehari-hari ia mengandalkan stok makanan yang masih tersisa.
"Makan nasi, garam, sayur aja. Karena bantuan pemerintah tidak bisa masuk," jelasnya.
(kr/lm/rp)
Post a Comment