Aiptu Farizal, Pendiri Pondok Pesantren Dengan Biaya Pribadi
INDOPOLICE || PALEMBANG. Kamis
(9/11/2017) Kepala Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir Ajun Komisaris
Besar Polisi Ade Harianto, SH. MH. mengapresiasi anggotanya Ajun
Inspektur Satu (Aiptu) Farizal yang berhasil mendirikan Pondok Pesantren
Raudhatul Sakinah dengan uang pribadi hasil menjual harta benda
miliknya sendiri serta atas dukungan keluarga dan masyarakat sekitar
sejak tahun 2007 silam.
Kapolres OKI beserta jajaran datang
mengunjungi pondok pesantren bertepatan dengan peringatan hari ulang
tahun pria yang tulus hati ini yang ke 53 tahun, sekaligus membawa kabar
baik karena Aiptu Farizal kini naik jabatan menjadi Kasium Polsek
Pedamaran.
Kapolres OKI mengatakan Aiptu Farizal
memiliki pemikiran yang cukup luas dan jauh ke depan karena tujuannya
sangat mulia untuk meningkatkan akhlak masyarakat dan pendidikan.
Aiptu Farizal mendirikan Pesantren
tersebut saat Ia menjadi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat Wilayah Ogan Komering Ilir. Ia mengaku prihatin akan kondisi
sosial warga masyarakat binaan seperti kurangnya pendidikan agama dan
banyaknya anak putus sekolah.
Pada tahun 2007 dilakukan peletakan batu
pertama yang awalnya hanya untuk pembangunan masjid di lahan seluas 5,5
hektare miliknya pribadi, setelah 3 tahun peletakan batu pertama hanya
terbangun pondasi saja.
Aiptu Farizal mengatakan Pada tahun 2010
Ia menjual emas milik istrinya untuk membeli koral dan pasir agar
bangunan dapat dilanjutkan karena rumput dan ilalang sudah lebih tinggi
dari pondasi. Istrinya sangat mendukung karena untuk pendidikan dan Ia
juga berniat untuk hijrah dengan mendirikan pondok pesantren.
Pada saat itu Aiptu Farizal merasa tidak
yakin dengan keinginannya untuk mendirikan pondok pesantren karena lahan
yang sudah dipasang pondasi sempat mengalami kendala karena terbatasnya
biaya.
“Waktu itu mulai membangun tahun 2010,
dananya yang ada awalnya Rp 6 juta dari hasil jual perhiasan. Namun
warga lainnya ikut membantu dan masjid akhirnya dibangun,” Ujar Aiptu
Fahrizal.
Aiptu Fahrizal melihat warga mulai
bergotong-royong membantu lalu ia mulai membangun pondokan dan kantor
dengan kembali menjual hartanya atas dukungan sang istri.
PT Sampoerna Agro juga turut mendukung pembangunan pondok pesantren itu hingga berhasil dibangun ruang kelas.
“Tahun 2010 pondok pesantren ini
diresmikan. Kami menerima murid dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah dan
diniyah,” ujar Aiptu Fahrizal.
Saat ini pondok pesantren Aiptu Fahrizal
juga aktif digunakan sebagai tempat belajar Alquran bagi orang tua yang
tidak bisa membaca Alquran dan menjadi pusat pengajian rutin di
kecamatan Padamaran Timur.
(fr/lm/rp)

Post a Comment