Poin Penting Kapolri Dalam Sukseskan Pilkada Serentak 2018
Indo-Police || JAKARTA. Sabtu (14/10/2017), Pesta demokrasi kembali akan
hadir dalam kegiatan Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2018 yang
sebentar lagi akan kita jumpai bersama-sama, Kepolisian Republik
Indonesia yang berperan sebagai pengamanan internal tanah air ini
mengaku siap untuk mengamankan digelarnya pesta demokrasi tahun 2018
ini.
Dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh Komisi III DPR RI
bersama dengan Polri, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal
Polisi M Tito Karnavian menyampaikan beberapa poin penting bagi
Instansinya demi keberhasilan menjaga keamanan berlangsungnya Pilkada
serentak tersebut.
"Keberhasilan Pilkada dalam pengamanannya khususnya, jelas tolong
digaris bawahi perintah dari Bapak Presiden kepada Polri pada saat apel
kemarin. Pertama, Polri harus netral," ujar Kapolri.
Selanjutnya, pihak Polri akan bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait demi suksesnya kelangsungan Pilkada.
"Kedua, untuk kami bisa melaksanakan tugas, tentu Polri tidak bisa
bekerja sendiri. Polri harus bekerja sama dengan penyelenggara Pemilu
yaitu KPU. Oleh karena itu saya sudah instruksikan kepada jajaran dari
awal, sedini mungkin sudah membangun koordinasi dengan KPU. Agar mereka
mampu merencanakan, kegiatan-kegiatan proses pemilu ini sesuai
tahap-tahap secara jujur dan netral. KPU dan Bawaslu tentu juga harus
begitu," tuturnya.
Kemudian, poin selanjutnya adalah menggandeng pihak Parpol beserta dengan Paslon Pilkada 2018.
”Yang ketiga, membangun hubungan dengan parpol peserta, dengan
paslon. Tujuannya agar mereka mampu mengikuti tata cara aturan yang
berlaku. Siap menang dan siap untuk kalah. Jangan siap untuk menang
saja. Lalu nanti kita ada LO (Liaison Officer) kepada parpol dan paslon
di semua wilayah yang berhubungan dengan kegiatan pengamanan," lanjut
Jenderal Tito.
Kemudian yang keempat, menurut Tito, yaitu juga bekerja sama dengan
Pemda. Dikarenakan Pemda lah yang menyediakan anggaran untuk KPU dan
Bawaslu. Kapolri meminta pihak Pemda juga bersikap netral, serta
memberikan dukungan anggaran yang ada.
"Yang kelima, kita harus membangun koordinasi yang solid terhadap
aparat kemanaan yang lain, TNI yang paling utama. Polri dan TNI saya
instruksikan harus membangun hubungan yang baik sebagai sodara dengan
jajaran TNI di manapun saja itu mutlak. Juga dengan anggota Linmas, yang
memang dibentuk oleh Pemda sebagai perlindungan masyarakat,"
ungkapnya.
Selain itu, orang nomor satu di Kepolisian itu memberi instruksi agar
anggotanya juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat yang berpengaruh.
Supaya memberikan suara yang positif kepada masyarakat agar tercipta
situasi kondusif saat Pilkada, bukan untuk pemenangan.
"Itu saya perintahakan pada seluruh jajaran untuk menjalin komunikasi
dengan tokoh-tokoh agama atau pemuda, dalam rangka menyuarakan suasana
kondusif agar pemilu-nya berjalan aman," imbuh Jenderal Tito.
Yang terakhir, Jenderal Bintang empat itu menambahkan, akan bekerja
sama dengan media, agar media-media bekerja dengan konvensional, maupun
sosmed agar membuat pemberitaan yang mendinginkan.
"Jadi konstentasi politik akan membuat situasi menjadi hangat. Tapi
tidak boleh panas sampai mengorbankan harta jiwa apalagi perpecahan,"
pungkasnya. (kr/ex/lm/rp)

Post a Comment