Panik, Masuk Gang Buntu, Dua Perampas Motor Bersajam Sukses Dimassa
Indopolice || Surabaya - Aksi perampasan motor yang dilakukan Santo
Puji Kurniawan,32, dan Sam Fembi Setiawan,26, berakhir tragis. Sebab
kedua pemuda yang masing-masing tinggal di Jalan Kupang Gunung Timur 1
nomor 43 dan Warga Kupang Gunung Gang Buntu 1/24 Surabaya ini babak
belur dihajar warga. Kedua pelaku bersajam ini ditangkap lantaran masuk
ke gang buntu setelah panik dikejar korban.
Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana
menjelaskan penangkapan Santo dan Fembi dilakukan pada Selasa malam
(24/10). Mereka dikejar warga setelah merampas motor honda Vario nopol W
4513 AH milik Richo Yuriansah,23, warga Bambe Gresik di kawasan PTC.
Saat itu, korban sedang menjemput kekasihnya yang bekerja di kawasan tersebut,” ungkap Kompol Juliana, Rabu (25/10).
Juliana menjelaskan saat menunggu, korban didatangi oleh tiga pelaku
yakni Santo, Fembi dan satu pelaku lain yakni YY (DPO). Tiga pelaku
berboncengan tiga mengendarai sepeda motor Nopol W 3859 SY. Kemudian,
Santo dan YY turun dari motor dan menghampiri korban. Mereka lantas
berpura-pura menanyakan alamat. Sementara Febi menunggu di atas motor.
“Kemudian pada saat korban sedang berbicara dengan YY, tersangka
Santo yang berada di belakang lantas mengkalungkan pisau penghabisan ke
leher korban dari belakang,” jelasnya.
Awalnya Santo meminta korban untuk menyerahkan hp, namun korban yang
berani lantas mencoba melawan. Dia menyikut dada Santo dan mengangkis
sabetan sajam yang diayunkan kearahnya.
Kemudian, Santo dan korbanpun terlibat duel. Sementera itu, YY menggunakan kesempatan tersebut untuk membawa kabur motor korban.
Kemudian, Santo dan korbanpun terlibat duel. Sementera itu, YY menggunakan kesempatan tersebut untuk membawa kabur motor korban.
“Setelah melihat YY kabur dengan motor korban, Santo mencoba naik ke
motor yang dikendarai oleh Fembi, namun saat itu korban menarik Santo
hingga terjatuh,” terang mantan Kapolsek Krembangan ini.
Dia juga mengatakan, setelah beberepa kali mencoba, Santo akhirnya
berhasil kabur bersama Fembi. Namun korban tak membiarkannya begitu
saja. Dia meminta bantuan orang pemuda yang berpacaran di kawasan
tersebut untuk melakukan pengejaran.
Aksi kejar-kejaran antara kedua tersangka dan korbanpun dimulai,
disepanjang perjalanan Ricko terus berteriak begal hal ini membuat warga
yang mengetahui hal itu turut melakukan pengejaran. Kepedulian warga
saling bersahutan di sepanjang jalan mulai jalan Bukit Darmo Boulevard
(depan Lenmarc), Wiyung, Gunungsari, Joyoboyo, Darmo, Basuki Rahmat,
Embong Malang, Tidar dan berakhir di jalan Pacuan Kuda Petemon.
Diperkirakan rute pengejaran tersebut berjarak sekitar 10 kilometer.
“Di pacuan kuda inilah, kedua tersangka salah mengambil jalan salah.
Mereka masuk di sebuah gang buntu hingga akhirnya tertangkap dihajar
massa,” lanjut perwira dengan satu melati di pundaknya ini. Sementara
YY, pelaku yang membawa motor korban berhasil kabur.

Post a Comment