Kisah Inspiratif Bripka Yudi Kandidat Doktor UI
Indopolice || BANGKA BELITUNG. Senin (30/10/2017). Brigadir Kepala
Yudi Apriadi merupakan anggota Bhabinkamtibmas Desa Dalil, Bakam,
Kabupaten Bangka. Sekilas kita ia terlihat seperti aparat negara biasa.
Kata-kata yang ia lontarkan sangat sederhana. Namun, siapa sangka Bripka
Yudi menjadi salah satu kandidat Doktor ilmu hukum di Universitas
Indonesia.
Saat ini Bripka Yudi masih berusia 39 tahun, pendidikan S3-nya
terbilang ditempuh dalam usia relatif muda. Untuk samapai ke jenjang
tersebut ia capai dengan penuh perjuangan.
Bripka Yudi lulusan Sekolah Polisi Negara di Betung, Sumatera
Selatan, pada tahun 2003. Namun, pada tahun 2008 ia meneruskan
pendidikannya ke jenjang S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pertiba
Pangkalpinang. Pada Tahun 2012 ia dinyatakan lulus dan melanjutkan
pendidikan S2 di kampus yang sama. Pada tahun 2016, ia menuntaskan
kuliah S2-nya dan kemudian dilanjutkan ke program doktoral.
“Malah kalau bisa saya mau jadi profesor,” ujar Bripka Yudi.
Pendidikan orang tuanya dan kerasnya masa kecil diakuinya sebagai
cambuk yang membuat ia ingin terus belajar. Apalagi jika dia mengenang
sulitnya perjuangan untuk bisa lulus SMA. Berbeda dengan anak-anak
lainnya yang sudah masuk sekolah dasar pada usia 7 tahun. Namun, ia baru
dapat bersekolah pada usia 8 tahun. Ayahnya yang bekerja sebagai tukang
kayu dan ibunya hanya buruh pabrik industri rumahan, tak punya cukup
uang untuk menyekolahkan anaknya tepat waktu.
Selama jenjang sekolah dasar, Yudi beberapa kali hampir putus sekolah
karena tak punya cukup biaya. Agar tetap bisa sekolah, dia rela
mengorbankan waktu bermain untuk bekerja.
“Saya pernah jualan plastik, jadi kernet bus, mengumpulkan barang bekas, sampai jadi supir," terangnya.
Bripka Yudi kini tercatat sebagai dosen aktif di Universitas Bangka
Belitung dan Universitas Terbuka. Dia mengajar mahasiswa S1 setiap
Kamis.
Untuk mendapatkan gelar Doktor, ia pun rela terbang ke Jakarta setiap
akhir pekan dan mengorbankan hari liburnya. Meski mengajar di dua
universitas dan bolak-balik Jakarta-Bangka setiap akhir pekan, Bripka
Yudi tetap melaksanakan tugas sebagai Bhabinkamtibmas dengan baik.
Selain itu ia mempunyai tekad mengurangi pengangguran di Desa Dalil
yang menurutnya tinggi.
Permasalahan tersebut ia coba tuntaskan dengan
memanfaatkan lahan seluas 500 meter persegi milik desa. Lahan tidur
bekas perkebunan kelapa sawit diubah menjadi kebun cabai dan buah naga.
“Tumbuhan itu saya pilih setelah koordinasi dengan dinas pertanian.
Kata mereka tanah di sini asam, cocok dengan cabai,” terangnya.
Kini perkebunan kecil yang dikelola Yudi dan empat warga Dalil selama
satu tahun itu mulai membuahkan hasil. Cabainya sudah siap panen,
sedangkan buah naganya akan panen dalam satu bulan mendatang. Merahnya
cabai itu pun dilihat sebagai kesempatan oleh warga lain. Mulai banyak
warga yang ingin ikut terlibat dalam perkebunan tersebut.
(vi/lm/rp)

Post a Comment